Audi, Maudiyah (2026) UNSUR KESALAHAN DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK SEBAGAI PELAKU CYBERBULLYING MENURUT HUKUM PIDANA INDONESIA. Other thesis, UNIVERSITAS GRESIK.
|
Text (01 COVER)
01 COVER.pdf Download (958kB) |
|
|
Text (02 BAB 1)
02 BAB 1.pdf Download (251kB) |
|
|
Text (03 BAB II)
03 BAB II..pdf Restricted to Repository staff only Download (285kB) |
|
|
Text (04 BAB III)
04 BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (333kB) |
|
|
Text (05 BAB IV)
05 BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (178kB) |
|
|
Text (06 DAFTAR BACAAN)
06 DAFTAR BACAAN.pdf Download (186kB) |
|
|
Text (07 JURNAL)
07 JURNAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (653kB) |
|
|
Text (08 CEK PLAGIASI)
08 CEK PLAGIASI.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
|
|
Text (09 LEMBAR PERSETUJUAN)
09 LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep unsur kesalahan dalam pertanggungjawaban pidana menurut hukum pidana Indonesia serta mengkaji relevansi penerapan unsur kesalahan terhadap anak sebagai pelaku cyberbullying berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Permasalahan yang diangkat berangkat dari belum adanya pengaturan khusus mengenai cyberbullying serta adanya perbedaan karakteristik anak sebagai pelaku tindak pidana yang memerlukan perlindungan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur kesalahan merupakan syarat fundamental dalam pertanggungjawaban pidana sebagaimana tercermin dalam asas geen straf zonder schuld (tiada pidana tanpa kesalahan). Dalam penerapannya terhadap anak pelaku cyberbullying, pembuktian unsur kesalahan tidak dapat disamakan dengan pelaku dewasa karena harus mempertimbangkan usia, tingkat kematangan, kondisi psikologis, kemampuan bertanggung jawab, serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Selain itu, ketentuan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik masih menimbulkan ruang penafsiran terhadap pembuktian unsur kesalahan apabila diterapkan kepada anak. Oleh karena itu, penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap anak harus mengedepankan prinsip keadilan restoratif dan diversi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak agar tercapai keseimbangan antara perlindungan terhadap anak dan kepastian hukum bagi korban.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Unsur Kesalahan, Pertanggungjawaban Pidana, Anak, Cyberbullying, UU ITE. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum |
| Depositing User: | diyah Mau |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 03:17 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 03:17 |
| URI: | http://elibs.unigres.ac.id/id/eprint/5192 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
