Bayu, Bayu Widha Pranata (2026) STRATEGI BRANDING PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS PADA PONDOK PESANTREN AL FURQON AL ISLAMI, SIDAYU, GRESIK). Other thesis, UNIVERSITAS GRESIK.
|
Text (COVER)
1. COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text (BAB III)
4. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
6. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (610kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
|
|
Text (JURNAL)
8. JURNAL BAYU WIDHA PRANATA 240100030.pdf Restricted to Repository staff only Download (187kB) |
|
|
Text (PLAGIASI)
9. PLAGIASI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text (LEMBAR PERSETUJUAN)
10. LEMBAR PERSETUJUAN FIX.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model strategi branding Pondok Pesantren Al Furqon Al Islami serta menganalisis implikasinya terhadap daya saing dan kepercayaan masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan (Kiai, Pengurus Yayasan, Humas, Ustadz, Staf Administrasi, Santri, Wali Santri, Alumni, Tokoh Masyarakat, dan Pemerintah Desa), observasi lapangan, serta telaah dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model strategi branding pesantren merupakan sintesis antara mission-centered branding dan heritage branding. Kekuatan utama terletak pada identitas merek yang kuat (visi "Ilmu amal dan dakwah", keunikan madzhab Hambali, pengajaran nahwu sharaf yang melegenda, serta kesederhanaan) dan kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi pada dimensi kompetensi, integritas, dan benevolence, dengan dimensi benevolence sebagai yang paling dominan. Namun, pesantren menghadapi tantangan pada komunikasi (satu arah, minim jaringan media eksternal, tidak ada brand book) serta penurunan jumlah pendaftar (16,8% dalam lima tahun), meskipun jumlah santri aktif relatif stabil. Fenomena ini menunjukkan pesantren unggul dalam mempertahankan konsumen yang sudah ada (retention) tetapi lemah dalam menarik konsumen baru (acquisition). Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding pesantren berhasil membangun kepercayaan dan loyalitas, namun memerlukan revitalisasi komunikasi dan optimalisasi aset heritage untuk meningkatkan daya saing di era digital. Penelitian ini juga memperkaya teori kepercayaan Mayer, Davis, & Schoorman (1995) dengan menunjukkan dominasi dimensi benevolence dalam konteks lembaga pendidikan agama. Kata Kunci: strategi branding, daya saing, kepercayaan masyarakat, pondok pesantren, pesantren modern-salaf
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | strategi branding, daya saing, kepercayaan masyarakat, pondok pesantren, pesantren modern-salaf |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | PRANATA BAYU WIDHA |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 13:19 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 13:19 |
| URI: | http://elibs.unigres.ac.id/id/eprint/4568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
